• 1.gif
  • 2.gif
  • 3.gif
  • 4.gif
  • 5.gif
  • 6.gif
  • 7.gif
  • 8.gif
  • contact sapikoe.gif
  • header sapikoe.gif

SAPIKOE menjamin sapi yang dijual adalah Kualitas sapi terbaik

SAPIKOE menjamin sapi yang dijual untuk hewan qurban adalah sesuai dengan syariat agama islam, 

SAPIKOE Menjamin kepuasan pelanggan dengan tetap konsisten dan amanah dalam menjalankan bisnisnya.

SAPIKOE adalah pemain lama dalam usaha penjualan sapi, maka kami tahu harga yang terbaik untuk pelanggan setia kami.

KONTAK

KONTAK

  GRAHA WIDODO Lt. 2 Jl. Raya Cilangkap No. 58 Cilangkap, Cipayung Jakarta timur, 13870 Email...

SAPI QURBAN Rp. 10 JUTA

SAPI QURBAN Rp. 10 JUTA

Keterangan :   Berat Sapi:  +/-  205 Kg Harga Sapi:  Rp 10.000.000,-    

SAPI QURBAN Rp. 11 JUTA

SAPI QURBAN Rp. 11 JUTA

  Keterangan :   Berat Sapi:  +/-  225 Kg Harga Sapi:  Rp 11.000.000,-  

  • TENTANG KAMI

    Monday, 23 September 2013 07:09
  • KONTAK

    KONTAK

    Monday, 23 September 2013 07:09
  • PRODUK

    Monday, 23 September 2013 07:09
  • SAPI QURBAN Rp. 10 JUTA

    SAPI QURBAN Rp. 10 JUTA

    Tuesday, 24 September 2013 04:45
  • SAPI QURBAN Rp. 11 JUTA

    SAPI QURBAN Rp. 11 JUTA

    Tuesday, 24 September 2013 04:45

ARTIKEL HEWAN QURBAN

Tips Cara Melihat Ciri – Ciri Hewan Qurban Sapi yang Baik

ciri ciri hewan qurban sapi yang baik

Agar bisa tahu apakah sapi Qurban itu baik, harus dikenali Ciri atau tanda sehat Hewan Qurban Sapi / domba tersebut.

Salah satu faktor yang penting dalam ibadah kurban  adalah memberikan kurban yang terbaik. Sapi qurban yang kuat dan sehat harus menjadi pilihan utama. Bisa dibayangkan kita sudah ikhlas dalam beribdah kurban tapi ternoda karena sang penerima kurban merasa kecewa karena tidak mendapatkan daging dengan kualitas yang baik dan pada ujungnya tidak dapat mengkonsumsi daging kurban yang kita berikan

Insyaallah tips cara memilih hewan kurban dengan mengenali ciri-ciri atau tanda hewan tersebut sehat dapat bermanfaat untuk para kaum muslim/muslimin dalam melaksanakan ibadah kurban.

Tips Memilih Hewan Qurban Sapi atau Domba/Kambing

Cara Yang pertama adalah Pilihlah Hewan Qurban yang cukup umur

Hewan Qurban yang termasuk cukup umur

Sapi dan Kerbau berumur kurang lebih 22 bulan

Kambing dan Domba berkisar antara 12-18 bulan

Adapun metode yang dapat digunakan untuk mengetahui umur hewan kurban  antara lain adalah melihat catatan kelahiran ternak tersebut, yaitu dengan bertanya kepada pemiliknya, atau dapat dilihat dari gigi ternak tersebut. Jika gigi susunya telah tanggal yaitu dua gigi susu yang di depan,hal tersebut  itu menandakan hewan kurban tersebut (kambing dan domba) telah berumur sekitar 12-18 bulan, sedangkan apalbila hewan kurbannya sapi dan kerbau berkisar 22 bulan.

Cara kedua adalah Pilihlah Hewan Kurban yang Sehat

Ciri-ciri sehat sapi Qurban adalah:

1.Secara fisik memilih hewan kurban seperti sapi, kambing dan domba bisa melihat aktivitasnya. Bila pergerakannya aktif saat didekati itu berarti hewannya sehat. Gerak/temperamennya bebas, lincah, kuat, bersemangat, tidak pincang, tidak gelisah, dan selera makannya bagus.

2.Rambut atau bulunya halus, mengkilap, tidak rontok, tidak mengalami kebotakan, tidak berdiri,tidak ada perubahan warna, tidak dihinggapi parasit kulit (caplak, tungau, kutu, dll.).

3.Matanya bersinar dan jernih, terbuka penuh, pupil bereaksi cepat, tidak keluar air (eksudat), tidak berwarna merah (yang berarti juga tidak sedang terjadi perdarahan), dan selaput lendir kelopak mata bagian dalam berwarna merah terang.Bila ditemukan mata hewan ternak yang beleken dan keruh, itu berarti sedang sakit.

4.Bentuk tubuhnya harus standar. Pengertian standar untuk sapi dan kerbau, tulang punggungnya relatif rata, tanduknya seimbang, keempat kakinya simetris, dan postur tubuhnya ideal. Postur tubuh ideal yang dimaksud, misalnya kombinasi perut, kaki depan dan belakang, kepala, dan leher seimbang.

5.Selain itu, dapat pula dilihat pada bagian mulut. Apabila mulutnya basah sekali sehingga air liurnya banyak keluar, atau tampak di mulutnya terdapat bintil-bintil berwarna merah, tentu hewan tersebut harus diwaspadai, mungkin mengidap penyakit. Adapun ternak yang cacat adalah karena salah satu bagian dari tubuhnya hilang atau rusak, misalnya tanduknya patah sebelah, tulang kakinya patah. Sikap berdirinya tegak, kokoh, kuat, dan bertumpu pada keempat kaki.

6.Hidung terlihat basah, bersih, dan tidak mengeluarkan cairan. Selaput lendir hidung berwarna merah terang.

7.Mulut dan gusi bersih, tidak ngiler, tidak mengeluarkan eksudat, tidak menganga, dan tidak ada bercak-bercak perdangan.

8.Celah kuku bersih, tidak ada luka, tidak ada peradangan, tidak ada pembengkakan.

9.Kulitnya lentur/elastis, tidak ada penebalan, tidak ada bisul, tidak ada luka.

10.Bagian pangkal hingga ujung ekor bersih, licin, kering. Bulu ekor lebat, bersih, dan kering.

11.Bagian dubur/anus bersih, kering, dan tidak menunjukkan tanda-tanda diare (mencret).

12.Jika saat musim hujan, maka waspadalah karena hewan rawan terkena diare dan cacingan.Biasanya pada hewan yang cacingan kulitnya terlihat kusam dan badannya kurus.

13.Waspadalah terhadap hewan ternak yang kulitnya mengalami korengan. Itu berarti hewan tersebut mengalami penyakit kulit sceabie

 

Demikian Tips Cara Melihat Ciri – Ciri Hewan Qurban Sapi yang Baik , kurang lebihnya mohon maaf .selamat berqurban tahun 2012

Semoga Sapi Qurban yang kita berikan , Allah memberi pahala yang berlipat bagi kita semua.aamiin..

 

Salah Kaprah Dalam Ibadah Kurban

Sebagai mana diketahui bersama bahwa ibadah Kurban adalah kegiatan penyembelihan hewan yang dilaksanakan  pada hari raya idul kurban  dan tiga hari kemudian pada tanggal 10-13 Dzulhijah (hari tasyrik) sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Ibadah kurban dilakukan bertujuan untuk menggembirakan kaum fakir miskin, sama halnya pada hari Idul Fitri dimana kaum fakir miskin digembirakan dengan adanya zakat fitrah.

Ibadah Kurban hukumnya adalah sunah bagi yang tidak mampu dan wajib bagi yang mampu. Dalam QS Al-Kautsar 1-2 disebutkan bahwa kurban dianggap “sejajar” dengan sholat. Apabila kita sudah diberi nikmat (mampu) kita diperintahkan untuk berkurban. Selain itu, nadzar untuk berkurban juga bisa menjadikan kurban sebagai wajib walaupun sebenarnya belum bisa dikatakan mampu.

Dalam hal apakah seseorang dikatakan mampu atau tidak adalah menurut hadist berarti umat Islam yang cukup baligh dan berakal. Dan dari segi materi berarti mempunyai penghasilan melebihi nisab sebesar 93,6 gram emas atau sekira Rp 20 juta per tahun atau Rp 1,6 juta per bulan).

Namun dalam perjalannya  kurban telah mengalami banyak pergeseran yang mungkin sudah tidak sesuai dengan tuntunannya.Hal-hal berikutnya yang menjadi dasar pertimbangannya

1.Dilakukannya Pesta Daging Besar-besaran

Fenomena yang terjadi saat ini, kurban bukan untuk menggembirakan fakir miskin, melainkan menjadi pesta daging besar-besaran. Yang jamak terjadi, daging kurban dibagikan kepada semua warga. Tak jarang seorang warga bisa mendapat jatah dobel. Si bapak sebagai shohibul dapat jatah, anaknya yang menjadi panitia mendapat bagian, istrinya yang membantu memasak juga dapat bagian. Belum lagi rumah mereka yang ada di perbatasan sehingga dapat jatah dari kelurahan A dan kelurahan B.

Padahal, dalam QS Al-Hajj 28 disebutkan dengan sangat jelas, “Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.” Kalau seluruh warga adalah fakir miskin, tidak masalah. Namun kalau tidak, tentu ini sudah menyalahi firman.

Dalam suatu hadist, disebutkan bahwa shohibul kurban berhak mendapat 1/3 bagian. Namun, karena kurban adalah soal keikhlasan dan shohibul kurban sehari-harinya (dianggap) sudah terbiasa makan daging, maka alangkah baiknya bila seluruh daging kurban diserahkan saja kepada fakir miskin.

2.Panitia Mendapat Bagian daging kurban

Seperti sudah ditulis di atas, QS Al-Hajj 28 menyatakan bahwa orang yang berhak memakan daging kurban hanya fakir miskin dan orang yang berkurban. Panitia tidak mendapat hak atas daging kurban. Bandingkan dengan zakat. Dalam QS At-Taubah 60 disebutkan bahwa pengurus zakat berhak mendapat bagian.

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.”

Karenanya, alangkah lebih baik bila panitia, penyembelih, dan pengurus yang terlibat dalam kegiatan tersebut tidak meminta bayaran karena semua merupakan hak fakir miskin. Bagian panitia bisa saja diambilkan dari bagian shohibul, tetapi dengan ijin. Atau, saweran saja di antara para shohibul untuk memberi “uang lelah” kepada panitia.

Kurban Atas Nama

Seringkali kita melihat kurban yang dilakukan dengan mengatasnamakan anak, istri, atau orang tua. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan mengatasnamakan kurban untuk anak atau istri—-asalkan mereka mampu.

Lagipula, berkaca pada cerita Nabi Ibrahim, kerjasama antara beliau, istrinya, dan Ismail, menunjukkan bahwa kurban bukan ibadah “sendirian.” Apabila dilakukan dengan ikhlas dan benar, insya Allah semua anggota keluarga juga ikut mendapatkan pahala.

Bagaimana dengan orang tua? Apabila orang tua belum mampu, maka anak harus “memampukan” orang tua, dengan cara memberikan sebesar nisab plus zakat. Kalau orang tua sudah meninggal, maka kurban hanya bisa dilakukan bila orang tua semasa hidupnya memang mampu dan berpesan (wasiat) untuk berkurban.

Kulit Dijual Lagi

Tak jarang panitia menjual kulit hewan kurban untuk kas masjid. Tentu saja hal ini tidak boleh dilakukan, karena hewan kurban adalah hak fakir miskin. Hal yang boleh dilakukan adalah menjual kembali kulit hewan kurban, lalu diserahkan kepada fakir miskin dalam bentuk uang atau dibelikan daging.

Ada juga panitia yang menjual kulit hewan kurban, menyimpan uangnya, lalu dibelikan hewan kurban lagi pada tahun yang akan datang. Hal ini tidak bisa dianggap “sah” karena telah melewati batas waktu yang ditentukan. Analoginya mirip dengan memberikan zakat fitrah sesudah sholat Ied atau menjalankan sholat ashar pada waktu masuk isya’.

Latihan dan Arisan Kurban

Di sekolah-sekolah, para guru dan murid biasanya mengumpulkan iuran (misal Rp 20 ribu per orang) untuk dibelikan kurban. Ada yang kemudian dimasak dan dimakan bersama, namun ada pula yang dibagikan kepada fakir miskin. Alasannya biasanya klasik: agar murid berlatih kurban.

Sebenarnya, ada yang kurang pas disini. Tuntunan kurban sudah jelas, bahwa satu ekor kambing untuk satu orang. Namun, agar daging yang diperoleh bisa lebih banyak, kurban sapi bisa dibagi untuk 7 orang dan unta bisa untuk 10 orang—-bukan iuran Rp 20 ribu lalu sama-sama dibelikan kambing atau sapi.

Ada kalanya di suatu instansi dilakukan kurban dengan cara arisan. Walaupun agak nyeleneh, cara ini boleh saja dilakukan, asalkan para anggota arisan sudah masuk kategori mampu.

Hitungan dan Penerima Kurban

Orang sering mengartikan misalkan seseorang berkurban lima ekor sapi, maka satu ekor dihitung sebagai kurban dan empat sisanya merupakan shodaqoh. Tentu saja hal ini tidak benar, karena dasar hukum kurban adalah keikhlasan—-tidak seperti zakat yang sudah ditentukan besarannya dan bila sisa akan dihitung sebagai shodaqoh.

Selain itu, ada juga sebagian yang menganggap bahwa daging kurban hanya untuk umat Islam. Hal ini jelas salah besar, karena peruntukkan daging kurban adalah untuk fakir miskin—-tanpa membedakan muslim dan non muslim. Menurut saya, justru dengan memberikan daging kurban kepada mereka yang non muslim akan menjadi salah satu selling point (syi’ar) agama.

Shohibul kurban memang berhak menunjuk penerima kurban, namun tentu saja harus memenuhi kriteria miskin dan sengsara.

Saran dan Himbauan

Kurban sejatinya merupakan ujian keikhlasan kita, jadi jangan berusaha untuk “bermain” atau “mengakali” ibadah kurban kalau tidak berani menanggung dosanya. Sebagaimana tertulis dalam QS Al-Anfal 28 dan At-Taghaabun 15, harta hanyalah cobaan buat kita. Ibrahim saja ikhlas diminta anaknya, masa kita hanya diminta sedikit harta saja sudah ribut nggak karuan?

Walaupun daging kurban boleh diambil oleh shohibul kurban sebagian, namun alangkah lebih baik bila diikhlaskan saja seluruhnya untuk fakir miskin. Selain itu, sangat memalukan bila shohibul kurban “nggondeli” untuk mendapatkan bagian daging kurban tertentu—-apalagi bila sampai terjadi saling rebut dan “cakar-cakaran.” Nabi Ibrahim saja mengikhlaskan seluruh bagian tubuh Ismail, masa kita nggak?

Lebih dari itu, kisah nabi Ibrahim sebenarnya juga mengajarkan kita akan keluarga yang sakinah. Ibrahim mendapat ujian dari Allah SWT, namun mau berkomunikasi dan meminta pendapat dengan anak dan istrinya. Di sisi lain, anak dan istrinya menghormati dan mendukung keputusan ayahnya, sehingga terjalin sinergi yang apik dalam keluarga tersebut.

Model keluarga Ibrahim inilah yang seharusnya kita contoh. Keikhlasan menjadi laying foundation dalam kehidupan berkeluarga. Anak menghormati orang tua, sementara orang tua juga menghormati anaknya. Orang tua mendidik anak dengan lemah lembut dan penuh kasih sayang, sementara anak mendengarkan dan mematuhi nasehat orang tua di jalan Allah SWT.

Sapi Kurban Amanah Bersama , Insyaallah siap menyediakan Jual Sapi Kurban yang sesuai dengan syariah

Kiat Memilih Sapi Qurban yang Tepat

Banyak yang bertanya, bagaimana sih kiat-kiat memilih sapi yang baik dan tepat untuk qurban . Karena Hari Idul Adha atau Idul Qurban tahun 2013 ini semakin dekat dan ini sangat penting agar sapi  qurban kita diterima oleh Allah SWT sebagai amal ibadah kita. Oleh karena itu kiranya perlu “Amanah Bersama” memberikan kiat atau tips bagaimana cara memilih sapi qurban kita dengan tepat.

Kiat memilih sapi qurban tahun 2013

Berikut kiat-kiat memilih sapi untuk qurban:

Pilihlah sapi  jantan atau betina dalam kondisi cukup Usia

Hal ini bisa dilihat dari gigi serinya (rahang bawah depan) sudah berganti gigi tetap. Karena di hadist disebutkan  “Janganlah kamu menyembelih binatang ternak untuk qurban kecuali musinnah (telah ganti gigi, kupak). Jika sukar didapati, maka boleh jadz’ah (berumur 1 tahun lebih) dari domba.” (HR Muslim). Para ulama menjelaskan, makna musinnah adalah jika pada unta sudah berumur 5 tahun, sapi umur 2 tahun, kambing umur 1 tahun, dan domba antara 6 bulan hingga 1 tahun.Kalau anda ragu, anda bisa minta penjual ternak untuk menunjukkan posisi gigi serinya.

Pilihlah Sapi yang sehat dan tidak cacat

Alasannya sesuai dengan bunyi hadist “Empat macam binatang yang tidak sah dijadikan qurban: 1. Cacat matanya, 2. sakit, 3. pincang dan 4. kurus yang tidak berlemak lagi “ (HR Bukhari dan Muslim).

Mengenai luka karena penanda telinga (ear tag), luka tanda bakar dan ternak dikebiri, mayoritas literatur menyebutkan tidak termasuk cacat yang dimaksudkan dalam hadist, jadi hukumnya tetap sah.

Pilih ternak yang gemuk pada bagian pantat, leher dan dada.

Posisi perut harus relative ramping dan tidak kendor ke bawah. Perlu diketahui bahwa ternak dengan perut besar, ada indikasi ternak tersebut di gelonggong, apakah dengan singkong, jagung manis, air dan bahkan pasir. Ini jelas akan merugikan anda.

Pilih ternak dengan bulu mulus dan mengkilat.

Ternak yang kelihatan mulus dan mengkilat juga bisa jadi indikasi praktis ternak tersebut organ dalamnya tidak bermasalah dan tidak cacingan.

Perhatikan posisi kaki

Sapi yang sehat tungkainya harus tegak, kaki belakang tidak bengkong. Kuku kaki juga harus terlihat sehat, tidak terlalu panjang dan bengkak. perhatikan juga kaki depannya, sapi yang baik harus tegak dan relatif lurus. Jika membentuk huruf X, maka ada indikasi sapi tersebut sakit.

Perhatikan perilaku sapi.

sapi yang sehat sorot matanya tajam dan reaktif, tidak diam seperti sedang sakit. Jangan memilih ternak yang mengeluarkan ingus (warnanya kekuningan), bersin-bersin dan batuk, karena ternak tersebut terindikasi terkena penyakit paru dan pernafasan.

Itulah Kiat Kiat Memilih Sapi Qurban yang Tepat. Pertanyannya di Tahun 2013 ini, sudahkan anda membeli sapi qurban? “Amanah Bersama” sebagai penyedia penjualan sapi qurban yang telah berpengalaman siap menjadi mitra anda dalam hal penyedian sapi qurban di tahun 2013 ini

Terima kasih,

Wassalam

 

 

 

Sumber : dari berbagai sumber

 

Mengapa Harga Sapi Qurban Selalu Naik
26 Sep 2013 02:47Mengapa Harga Sapi Qurban Selalu Naik

Ada beberapa penyebab naiknya harga sapi qurban dari tahun ketahun, antara lain: 1. Naiknya kemam [ ... ]

Tips Membeli Sapi Qurban Dengan Sistim Timbang
26 Sep 2013 02:45Tips Membeli Sapi Qurban Dengan Sistim Timbang

  Penjual Hewan qurban  menggunakan sistim timbangan berat badan sebagai patokan untuk  menent [ ... ]

Populasi Sapi Turun Harga Sapi Qurban Bakal Melamb...
26 Sep 2013 02:41

Hasil Sensun pertaninan terkait dengan sapi potong oleh BPS pada bulan Mei 2013 menunjukkan bahwa  [ ... ]

Nutrisi Pakan Yang Baik Akan Menghasilkan Sapi Qur...
26 Sep 2013 02:38

Persyaratan Hewan qurban yang utama salah satunya adalah harus dalam kondisi hewan sehat dan gemuk [ ... ]

SAPI QURBAN

SAPI QURBAN Rp. 9 JUTA
25 Sep 2013 07:35SAPI QURBAN Rp. 9 JUTA

  Keterangan : Berat Sapi:  +/-  180 Kg Harga Sapi:  Rp 9.000.000,-

SAPI QURBAN Rp. 18 JUTA
24 Sep 2013 09:47

  Keterangan :   Berat Sapi:  +/-  320 Kg Harga Sapi:  Rp 15.000.000,-  

SAPI QURBAN Rp. 15 JUTA
24 Sep 2013 09:46

  Keterangan :   Berat Sapi:  +/-  320 Kg Harga Sapi:  Rp 15.000.000,-  

Sapi Qurban yang lain
  • GRAHA WIDODO

Hubungi Kami

Email:
Subject:
Message:
sapi mempunyai berapa kaki?
0004974
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
11
11
65
131
342
512
4974

Forecast Today
24


Your IP:54.198.202.148
  • PROMO SPANDUK SAPI.gif